Senin, 07 Mei 2012

hujan :)


Rinai hujan basahi aku
Temani sepi yang mengendap
Kala aku mengingatmu
Dan semua saat manis itu

Segala seperti mimpi
Kujalani hidup sendiri
Andai waktu berganti
Aku tetap tak ’kan berubah

   Aku selalu bahagia
   Saat hujan turun
   Karna aku dapat mengenangmu
   Untukku sendiri

Selalu ada cerita
Tersimpan dihatiku
Tentang kau dan hujan
Tentang cinta kita
Yang mengalir seperti air

   Aku bisa tersenyum
   Sepanjang hari
   Karna hujan pernah menahanmu disini
   Untukku 

-utopia-

Rabu, 25 April 2012

resiko

bukannya pernah kita sepakat?
sepakat untuk tidak terlihat

aku duduk
dan kamu mengangguk.

untuk saling tau
pun tak peduli orang lain keliru

lepas berikat kata 
lewat surat yang tak nyata

kupikir..
dari rasa kita, kamu jua takkan mangkir

lalu nyata peduli apa kamu pada kesepakatan
rupa paham kita tak sejalan

pun ternyata kamu hapus kamu punya rasa
tiada lain kulakukan, tak tau lagi dimana harus sembunyikan rasa.

hilang.
yasudah, semua hilang.


yasudahlah :")

Sabtu, 07 April 2012

cerita sang karcis #1

rasanya nggak bosan saya mengingat kejadian ini.
coba saya tarik waktu beberapa ahri ke belakang, dimana dari sebuah benda berbentuk lembaran yang biasa dipanggil karcir, bisa begitu membuat saya terpingkal untuk mengingatnya. 

langit sore semu jingga,cuaca cukup cerah setelah hujan sepanjang siang. sedari siang memang sudah berencana buat survey menyangkut tugas salah satu mata kuliah.  bersama Anhari--teman seper-malu-an saya dalam kejadian satu ini--. Setelah melalui beberapa perhelatan, keraguan, dan sedikit keributan, akhirnya saya dan Anhari memutuskan untuk berangkat ke TKP, salah satu rumah sakit besar di tepi kota Jogja.

kurang lebih sepuluh menit di atas sepeda motor, sampai juga di tempat tujuan. gerbang masuknya megah. tinggi besar dan kokoh. Di depan motor yang kami naiki, sebuah mobil ,entah x*nia, entah av*nza-saya nggak begitu ingat-sedang berhenti sejenak. mobil ini juga mau masuk ke RS. seper-sekian detik, terlihat tangan yang menjulur dari jendela mobil mendekat ke sebuah benda kotak berwarna merah. dan beberapa detik setelahnya tiba-tiba keluarlah sebuah kertas karcis dari mesin tersebut. 

     "Oh, mesin karcis otomatis"  pikir saya,dan saya yakin se-yakin-yakinnya kalau anhari juga berpikir sama

Mobil berjalan maju, berarti sekarang giliran kami!
di depan kotak merah yang sama kami berhenti, dan menjulurkan tangan untuk dapat karcis yang sama agar bisa masuk ke dalam RS. dua detik, tiga detik...sepuluh detik tapi belum ada apapun yang keluar dari lubang karcis.

"mana, Anh?" tanya saya.
"gatau" sambil terus menengadahkan tangan di depan mesin merah tadi.

saya mulai berpikir kalau ini bukan mesin karcis otomatis, pasti ada sebuah tombol untuk mengeluarkan karcisnya. sama dengan mesin-mesin karcis yang sudah umum ada di beberapa pintu tol. mata saya mulai menjelajah dari ujung atas ke ujung bawah mesin tadi. memastikan memang benar seharusnya ada tombol disitu. tapi nihil.

di sisi lain, Anhari mungkin berpikir bahwa kotak merah itu memakai sistem sensor. mungkin terbawa dari kuliah Otomasi Sistem Produksi. sibuk sekali tangannya digerakkan kesana kemari dibawah lubang karcis. ke kanan, ke kiri. tak puas karena karcis tak kunjung nongol, dia mulai memasukkan tangannya ke dalam penutup lubang, pun nggak berhasil. lalu dipukul nya pelan kotak merah itu. saya pun ikut membantu. 

intinya, kami sibuk. sama-sama sibuk. dan nggak juga berhasil. 

"gimana, Anh?"

masih asik (sibuk.red) karena karcis tak kunjung nongol, tiba-tiba dari balik tembok belakang mesin karcis muncul seorang lelaki bercelana panjang warna biru dongker. 

"mas!" raut mukanya aneh. saya yakin itu raut muka orang yang sekuat tenaga menahan tawa.
"ya?" saya dan Anhari serempak menengok.
"kalo motor langsung masuk aja, mas!" ... "langsung parkir aja di belakang!"


....to be continued

Jumat, 06 April 2012

Langit, 
terimakasih untuk selalu menjadi siang dan malam ku...


love,
Bumi

Kamis, 29 Maret 2012

asal bicara



saya nggak jago bahasa inggris
jadi nggak bisa sok sok romantis

saya rasa saya lagi jatuh cinta
perkara dia gimana, bukan masalah utama

apa boleh buat,
saya cuma lagi jatuh cinta :D

Senin, 26 Maret 2012

cahaya

saat gelap dan kelam menghela di dalam 
maka segala yang menyala menghaburlah keluar
memburu cercah yang benderang

           saat temaram malu-malu berkedip
           lalu terang tiba perlahan
           maka lupalah nyala pada kelam

Selasa, 20 Maret 2012

terhempas

ketika mata tak lagi sepakat dengan hati
tak mau lagi dengar komando dari sang otak
seakan tak peduli lagisekitar mengamati

saat kamu merasa di situ lah tempatmu seharusnya
saat kamu merasa itulah satu-satunya tujuanmu
saat kamu merasa segalanya telah kamu kerahkan

kamu membawa harap dengan tertatih
pun untuk kesekian kalinya kamu terjatuh dan tersandung prasangkamu sendiri
saat di pihakmu hanya segelintir orang yang (mau) peduli

kemudian saat beberapa langkah kamu maju,
kamu lupa kalo ini jalan setapak yang berlubang
dan kamu melupakan kata "hati-hati" dan "waspada"

dua langkah angkuh cukup untuk membuatmu jatuh dan terjerembab penuh luka
aku butuh seuntai tambang untuk mengangkatku (lagi)

adakah?